Produk Teknologi Komunikasi (BlackBarry)

Posted: Januari 6, 2011 in Uncategorized

Nama : Indri Dwi Rahmawati

Kelas : D

NIM : 09220370

Salah satu produk teknologi komunikasi adalah HP, lebih spesifik disini saya mengambil produk HP BlackBarry. Sudah bukan rahasia lagi kalau Blackberry jadi ponsel cerdas yang paling populer di Indonesia saat ini. Bahkan situs berita internasional CNN, menjuluki Blackberry sebagai “King in Indonesia“.

Blackberry merupakan ponsel yang jauh lebih trendy dan fashionable daripada lainnya. Apalagi dengan model papan ketik qwerty yang dimiliki BB.

BlackBerry adalah smartphone yang terpadu dengan perangkat lunak yang memungkinkan akses ke berbagai macam data dan layanan komunikasi.

Ø    Cara penggunaan BB

Sejatinya BlackBerry menawarkan pengalaman komunikasi terbaik, di manapun kita berada, dan ke mana pun kita pergi. Melalui beberapa fitur, seperti:

Pesan Instan

Telepon

Jejaring Sosial : contoh facebook, twitter, yahoo, foursquare dll

Email & Pesan Instan : contoh yahoo, gmail, dll (Dengan smartphone BB, informasi menjadi milik kita. Akses internet yang lengkap memungkinkan kita melakukan pencarian online, menelusuri situs-situs berita, olah raga dan hiburan favorit kita.)

Bluetooth

Ada juga Mobile Streaming (YouTube) untuk Akses video, musik atau bahkan klip berita dan olah raga dari situs-situs web.

Dalam BB juga terdapat fitur pemetaan dan GPS yang berfungsi memberi kita arahan. Kantor, restoran, Rumah Sakit, hampir setiap alamat atau lokasi dapat dicari dan dijangkau dengan rute dan arahan visual.

BB juga terdapat pemutar multimedia dan kamera sehingga kita benar-benar memiliki semua yang kita butuhkan dalam sebuah perangkat yang bergaya.

Smartphone BlackBerry juga menyertakan organizer pribadi, Seperti :

v  Kalender

v  Buku Alamat

v  Daftar Tugas

v  MemoPad

v  Kalkulator

Ø Fungsi BlackBarry

v  Komunikasi menjadi sangat lebih mudah.karena BB begitu banyak cara untuk terus berkomunikasi. Contohnya Kirim pesan mengenai laporan terbaru kepada teman kerja/bisnis di MSN, masuk ke Facebook untuk acara kumpul bareng di tengah malam, BBMan dengan menggunakan ekspresi” wajah yang ada, sehinnga komunikasi lebih hidup/asyik dan lewat BBM bisa mengirimi teman gambar/video.

v  Kita juga bisa mencari alamat dengan mudah karena member arahan kita, dengan pemetaan dan GPS. Kantor, restoran, hampir setiap alamat atau lokasi dapat dicari dan dijangkau dengan rute dan arahan visual.

v  Smartphone BlackBerry membantu kita terhubung dengan internet dan menjelajahi web, kapan saja dan di mana saja. Dioptimalkan untuk jaringan berkecepatan tinggi, dan melayani pasokan informasi, berita dan hiburan yang tidak terbatas, memungkinkan kita untuk melihat, mengelola dan memperbarui konten, semuanya langsung diakses dari smartphone BlackBerry.  Misalnya google, yahoo, okezone dan lain-lain.

v  Smartphone BlackBerry menyertakan organizer pribadi, alat bantu lengkap untuk membuat kita selalu tepat waktu, terus berkomunikasi, dan selalu mengendalikan kegiatan kita, seperti

  • Kalender: Mengatur jadwal saat bepergian.
  • Buku Alamat: Menyimpan rincian, panggilan, email atau pesan instan  yang terkait secara langsung dari daftar kontak
    • Daftar Tugas: Tambahkan, sunting, hapus dan tandai sebagai tugas yang sudah diselesaikan pada daftar kegiatan.
    • MemoPad: Tulis, sunting dan hapus catatan dan memo.
    • Kalkulator: Untuk pengoperasian matematika dasar

v  Smartphone BlackBerry kita juga bisa menjadi model nirkabel yang dapat mengunggah atau mengunduh data dalam jumlah besar. Dengan cara menyambungkan smartphone ke laptop memakai teknologi Bluetooth atau kabel USB untuk akses Internet instan. Sehingga :

v    Tidak perlu membeli atau membawa kartu PC nirkabel

v    Cukup hubungkan untuk menjelajahi web

v    Pertukarkan berkas dengan kecepatan broadband

v  Akses video, musik atau bahkan klip berita dan olah raga dari situs-situs web yang mendukung mobile streaming (YouTube) bisa kapan saja dan dimana saja dengan mudah.

v  Membawa hiburan bersama kita. Karena kita bisa memasukkan semua musik favorit ke smartphone BlackBerry. Merekam dan video bisa kapan saja. Potret dan segera dibagikan foto-foto ke teman kita melalui BBM atau pun aploud k facebook kapan aja dan dimana saja. Kemudian dapat juga menikmati suara stereo yang luar biasa di mana saja kita berada dengan BlackBerry Stereo Gateway dan Media Sync untuk mengisi smartphone dengan musik kita, kemudian nikmati musik pada BlackBerry melalui perangkat stereo rumah atau mobil dengan BlackBerry Music Gateway – aksesoris yang kompatibel dengan Bluetooth yang mengubah BlackBerry menjadi Pemandu Lagu terdahsyat.

Reaksi dari masyarakat ketika produk tersebut diluncurkan dipasaran Indonesia

BB sebutan singkat dari BlackBarry lahir tahun 2001 oleh Research In Motion (RIM) dari Ontario Canada dan masuk ke pasar Indonesia sekitar tahun 2004. Pada awalnya BB dijual melalui blackmarket karena belum ada kerjasama resmi antara RIM dengan penjual di Indonesia. RIM memanfaatkan blackmarket untuk mulai mengenalkan produk baru BB ke pengguna smartphone di Indonesia di antaranya melalui keunggulan produk dalam push e-mail (surat elektronik yang selalu siaga).
Seiring terbukanya pasar BB maka pemasaran BB di Indonesia mulai ditata lebih baik di antaranya melalui operator telekomunikasi Indonesia ternama (Indosat, Telkomsel, dan XL) dan pemasar PDA/smartphone.

Pada awalnya, Blackberry dikenal karena kecanggihannya dalam menawarkan fitur push email (pesan elektronik) yang memang sangat dibutuhkan oleh beberapa orang tertentu yang membutuhkan kecepatan informasi untuk mendukung pekerjannya. Beberapa orang sangat terbantu dengan tekhnologi yang ditawarkan oleh Blackberry ini, karena bisa segera merespon email rekan kerja dimana saja dan kapan saja tanpa harus menghidupkan komputer kantor. Blackberry merupakan ponsel yang jauh lebih trendy dan fashionable ketimbang yang lainnya. Apalagi dengan model papan ketik qwerty yang dimiliki BB. Dimana menjadi trendcenter HP lainnya. Faktanya BB sebutan Blackbarry sangat laku keras di pasaran. Karena harga yang terjangkau kalau di jajarkan dengan HP sekelasnya, kegemaran para pengguna BB yang sedang kecanduan situs jejaring sosial, Fitur push email (email gegas) juga menjadi faktor meningkatnya Blackberry. Di negara lain Blackberry ditujukan untuk segmen pebisnis, tidak dengan Blackberry di Indonesia. Segmen menengah yang bukan pebisnis pun ikut mendongkrak penjualan di tanah air.

Akan tetapi, akhir-akhir ini terjadi distorsi informasi tentang Blackberry ini. Handphone ini menjadi sangat digandrungi karena dianggap bisa menaikkan status.

Contoh : Di suatu daerah yang penduduknya sebagian besar adalah pekerja salah satu perusahaan pertambangan terbesar di Indonesia, dimana mereka mempunyai penghasilan diatas rata-rata pekerja perusahaan lain. Dengan penghasilan yang besar, harga Blackberry yang bagi orang biasa terasa mahal, namun dianggap murah bagi mereka. Di daerah itu BB sangat diminati dan menjadi barang yang sangat laris.

Waktu terus berjalan, ternyata sekarang banyak yang telah mengunakannya. Namun kecepatan informasi tentang betapa istimewanya Blackberry ini tidak dibarengi dengan informasi tentang apa sebenarnya Blackberry itu sendiri. Sering dijumpai orang membeli BlackBerry namun email saja tidak punya, account facebook pun tak ada, yahoo messenger tidak dimengertinya.

Nafsu untuk memiliki handphone yang menjadi lambang status sosial ini ternya masih sangat besar, setidaknya sampai saat ini masih banyak dijumpai  orang yang menginginkan barang itu.

Sebagian orang juga kurang menerima dengan di luncurkannya BB ini karena untuk memfungsikannya harus registrasi BIS. sering orang yang membeli Blackberry namun tidak mengetahui bahwa untuk memfungsikannya harus regristrasi Blackberry Internet Service (BIS). Beberapa orang ada yang kecewa setelah dijelaskan tentang BIS ini, mereka sama sekali tidak pernah mengetahui bahwa ada biaya tambahan untuk bisa ber-internetan.

Contoh kasus lainnya, Masalah lain tentang Blackberry juga dialami segelintir orang karyawan bank swasta. Orang itu mengeluh karena dikasih Blackberry gratis oleh perusahaannya. “Karena Blackberry ini, saya ga bisa istirahat, sabtu minggu yang harusnya waktu untuk istirahat namun tidak bisa istirahat…. Karena masih harus balas email dan ngurusi kerjaan” jawabnya ketus.

Sejauh ini pengguna BlackBerry diperkirakan telah mencapai 600 ribuan, naik hingga 200 persen dibanding tahun lalu. Sementara pasarnya masih cukup besar. Bila dibandingkan dengan jumlah pelanggan operator GSM (yang telah aktif untuk BlackBerry) maka ada sekitar 135 juta yang merupakan pasar potensial BlackBerry di Indonesia.

Dengan pernyataan diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia khususnya menerima produk BB tersebut, disamping untuk kebutuhan juga untuk meningkatkan status sosial.

Perubahan Sosial, Budaya, dan Ekonomi yang terjadi karena adanya blackbarry ditengah-tengah masyarakat Indonesia

Banyak pengaruh BB dalam mengubah gaya hidup modern. Contoh sederhana saja, sepasang kekasih yang tengah dimabuk asmara pun bisa-bisa saja bakal diam seribu bahasa meski berhadapan di meja kafe karena asyik berkomunikasi lewat BlackBerry.

1.     Perubahan Sosial :

BlackBarry adalah smartphone berfungsi “mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat”. Itu adalah suatu pernyataan yang nampaknya relevan dengan keberadaan dan implikasinya. Adanya situs-situs pertemanan yang merupakan jejaring sosial seperti facebook, twitter, chatting, BBM dan sebagainya disertai dengan sambutan yang begitu hangat dari masyarakat dalam mempergunakan dan memanfaatkan produk-produk dunia maya tersebut dengan sebaik-baiknya dirasa memiliki pengaruh positif sekaligus dampak negatif bagi gaya dan kehidupan pergaulan masyarakat. Di satu sisi, situs pertemanan ini menjembatani komunikasi antara pihak-pihak yang berada dalam jarak yang begitu jauh bahkan dalam dimensi waktu yang berbeda. Orang-orang yang sebelumnya tidak pernah bertemu sekalipun “didekatkan” oleh facebook dll ini. Kelancaran dalam berkomunikasi, mendekatkan hubungan antar teman, atau sekedar mencari kenalan, situs-situs jejaring sosial ini telah menjembatani segalanya.
Kebutuhan manusia untuk bergaul dan bersosialisasi, menyalurkan kodratinya sebagai individu zoon politicon serta merasakan kebersamaan dan keakraban dengan pihak-pihak yang menjadi partner interaksinya, seakan telah betul-betul terpenuhi melalui pemanfaatan situs pertemanan ini.

 

Sehingga dengan adanya fitur-fitur tersebut, ada dampak social yang negative juga dari BB sendiri. BLACKBERRY dapat menyebabkan sang pemakai menjadi ANTI SOSIAL. Karena seringkali melihat pengguna BlackBerry sibuk menundukkan kepalanya seperti orang yang sedang mengheningkan cipta. Rupanya setelah diperhatikan, mereka terlalu sibuk berinteraksi dengan BlackBerrynya, seolah tidak ada orang lain di sekitarnya.

2. Perubahan Budaya:

Berbicara mengenai isu budaya terkait dengan teknologi komunikasi (BlackBarry), maka kita pun akan dihadapkan pada dualitas implikasinya, yaitu positif dan negatif. Dikatakan positif karena dengan adanya BB yang dapat memfasilitasi penyampaian berbagai informasi dan pemberitaan dari seluruh penjuru dunia, maka beraneka ragam budaya yang berasal dari luar suatu negara akan dapat masuk dan diserap oleh masyarakat. Hal ini akan mendorong masyarakat menjadi lebih terbuka dalam menanggapi hal-hal baru serta perubahan yang ada sebagai konsekuensi atas tingginya pemasukan budaya-budaya baru melalui akses internet di BB ini. Arus informasi yang begitu cepat memicu terjadinya hal ini. Namun demikian perlu dicermati bahwasannya akan ada kemungkinan terjadinya cultural lag atau bahkan cultural shock yang dirasakan oleh masyarakat yang bersangkutan sebagai akibat ketidaksiapan mereka dalam menyerap dan mengadopsi budaya luar yang sedikit atau benar-benar berbeda dengan budaya lokal yang telah ada dan berkembang sebelumnya. Inilah yang menjadi cikal bakal timbulnya gaya hidup konsumerisme di kalangan masyarakat karena mereka hanya menyerap budaya baru yang masuk itu secara tidak utuh sehingga mereka tidak benar-benar mengetahui esensi dari pergeseran atau perubahan budaya yang mereka ikuti.

Contohnya adalah kalangan remaja dewasa ini  yang beberapa di antaranya ikut-ikutan menggunakan ponsel blackberry hanya karena terpengaruh lingkungan pergaulan yang didominasi oleh para pengguna BB tersebut tanpa mengetahui dan memahami secara jelas signifikansi penggunaan gadget tersebut. Parahnya lagi, sikap individualistis, hedonisme bahkan sekularisme yang seakan semakin menjajal pola pikir dan perilaku masyarakat akibat pengaruh dari budaya luar yang jelas-jelas berbeda dengan tradisi budaya yang dimiliki (terlebih bagi masyarakat kita yang berkonteks budaya tinggi; budaya Timur). Masyarakat seakan semakin diperbudak oleh teknologi yang menyebabkannya lalai dalam bersosialisasi, individu kian tunduk pada trend dunia dan segala sesuatu hal baru yang dipuja-puja masyarakat global, tanpa mengetahui esensinya dan hanya karena dilatarbelakangi perasaan takut terkucil atau tersisih. Menjadi seorang luddite atau bahkan laggard seakan menjadi momok yang benar-benar harus dihindari oleh individu jika tidak ingin disebut ketinggalan zaman atau menyandang predikat sebagai si gagap teknologi. Dan lagi-lagi, hal ini seringkali terjadi tanpa dilatarbelakangi alasan dan kepentingan yang jelas terhadap penggunanaan teknologi sehingga esensi dari pengadopsian budaya baru menjadi terabaikan.

3. Perubahan Ekonomi :

Pengaruh BlackBerry benar-benar mewabah. Penelusuran di beberapa tempat penjualan ponsel di Jakarta hampir semua type BlackBerry diincar konsumen. Dari BlackBerry second (Gemini, Bold, Onix, Javelin, dll) seharga 1,5 juta hingga 6 juta rupiah laris manis. Pedagang merasakan gairah berbisnis ponsel.

Sejauh ini pengguna BlackBerry diperkirakan telah mencapai 600 ribuan, naik hingga 200 persen dibanding tahun lalu. Sementara pasarnya masih cukup besar. Bila dibandingkan dengan jumlah pelanggan operator GSM (yang telah aktif untuk BlackBerry) maka ada sekitar 135 juta yang merupakan pasar potensial BlackBerry di Indonesia. Bila saja BlackBerry mampu mengambil 10 persen dari total pelanggan GSM saat ini maka bisa dibayangkan, BB akan meraih konsumen sebesar 13.500.000 pengguna, bila dikalikan satu juta rupiah saja dari harga BlackBerry, maka BlackBerry akan mendapatkan dana bersih sekitar 13 trilun 500 miliar rupiah. Padahal harga BlackBerry rata-rata sekitar 3 sampai 7 juta rupiah. Bisa dibayangkan pendapatan RIM beberapa tahun ke depan.

Tak hanya RIM, operator hingga pedagang ponsel tentu saja menikmati keuntungan dari penjualan BB. Operator dengan pulsanya tentu saja mengail pendapatan dari BlackBerry langganan. Baik XL dengan 5000 rupiah per harinya, atau pascabayar Indosat dengan 150 ribu per bulannya. Ini merupakan salah satu sumber revenue operator, dan cukup berhasil, karena jumlah pelanggan BlackBerry operator kian hari kian bertambah. Indosat pelanggan BB saat ini sekitar 300 ribuan, dan XL tak jauh sekitar 270 ribuan, sedangkan Telkomsel sekitar 320 ribuan. Jumlah pelanggan tersebut tentu saja menggunakan BlackBerry secara bayar dimuka. Dan operator mendapatkan dana dimuka. Hal ini merupakan satu keuntungan operator menjual BlackBerry.

Tak hanya handsetnya saja, geliat BlackBerry juga merambah ke aksesoris yang makin subur, dari anak remaja hingga Ibu-Ibu bersaing mencari aksesoris BB yang keren pisan. Multiplayer effect tentu saja, produsen aksesoris dan pedagang aksesoris menikmati geliatnya pendapatan dari bisnis BlackBerry.

Peran serta pemerintah dalam proses difusi inovasi teknologi (BlackBarry)

Pemerintah berperan dalam hal difusi inovasi produk BB ini, tapi kurang dominan. Ketika Dua negara Timur Tengah, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, bakal memblokir sejumlah fitur layanan BlackBerry di negaranya dengan alasan keamanan nasional Kedua negara ini mengaku kecewa karena tak bisa memonitor komunikasi yang lalu-lalang lewat BlackBerry. Sebab, handset ini menyalurkan data enkripsinya secara otomatis ke server komputer di luar kedua negara itu. Pemerintah kemungkinan mengikuti langkah yang di ambil oleh dua negara tersebut, jika Research In Motion (RIM) selaku produsen BlackBerry masih kekeh dengan sikapnya yang enggan untuk membangun server di Tanah Air. Demikian diungkapkan Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Heru Sutadi. Menurutnya juga, pembatasan layanan atau pemblokiran BlackBerry bisa saja dilakukan di Indonesia. Hanya saja,  posisi pemerintah saat ini masih belum membahas dengan jelas soal isu tersebut. Cuma setidaknya, dengan sikap yang diambil oleh Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, membuat Indonesia lebih aware dengan kondisi yang ada sekarang. Hal itu sudah dapat menjelaskan bahwa kurang dominan peran dari pemerintah.

Jaminan keamanan dan privasi yang tinggi bagi penggunanya membuat penggunaan BlackBerry rawan disalahgunakan untuk kepentingan kejahatan. Wakil Ketua Tim Insiden Keamanan Internet dan Infrastruktur Indonesia M Salahuddien Manggalany, mengatakan, potensi tindak kejahatan dalam penggunaan Blackberry cukup tinggi, mengingat jaringannya tidak bisa disadap.
Segala jenis data yang dikirim menggunakan layanan BlackBerry terenskripsi atau dikunci oleh Research in Motion Ltd (RIM). Kunci data ini hanya bisa dibuka oleh RIM yang berpusat di Kanada. Jika Pemerintah Indonesia ingin mengakses atau menyadap data yang dikirim lewat BlackBerry, Pemerintah RI harus meminta terlebih dahulu kepada Pemerintah Kanada. Pemerintah Kanada-lah yang selanjutnya akan meneruskan permintaan tersebut kepada RIM. Data pun akan diserahkan RIM lewat Pemerintah Kanada kepada Indonesia. Prosedur akses data yang panjang, belum adanya jaminan kepastian pemberian akses data, serta posisi pusat data atau server yang ada di luar negeri sehingga membuat Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, dan India melarang peredaran BlackBerry.

Namun, sejumlah negara mengajukan kompensasi, jika RIM tetap ingin memasarkan BlackBerry di negaranya, seperti India yang meminta agar RIM membagi sejumlah kunci data. Sejumlah negara juga meminta RIM membuat pusat data di negara mereka seperti juga yang sudah di minta oleh negara Indonesia. Salahuddien mengatakan, banyak pengguna handphone biasa yang beralih ke Blackberry setelah banyaknya kasus korupsi dibongkar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui penyadapan. BlackBerry sulit disadap. Privasi yang tinggi membuat banyak pihak menikmati layanan BlackBerry.

Untuk mengantisipasi tindak kejahatan menggunakan teknologi informasi, menurut Heru Sutadi ketua BRTI, pemerintah dan DPR perlu segera membahas Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana di Bidang Teknologi Informasi. RUU itu sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional tahun ini, tetapi pembahasannya belum dilakukan hingga kini. UU itu penting, mengingat pesatnya perkembangan dunia cyber yang telah menghilangkan batas-batas negara. Meski ada potensi penggunaan BlackBerry untuk tujuan tidak baik, Iwan menilai, manfaat kehadiran BlackBerry juga harus diperhatikan jika akan ada wacana pelarangan telepon seluler itu di Indonesia. Masyarakat banyak memanfaatkan BlackBerry karena membuat komunikasi lebih murah dan terjaganya privasi. Di Indonesia, tercatat 1 ,3 juta-1 ,4 juta pengguna Blackberry.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika sendiri sejatinya sudah mendesak RIM juga pada awal Juli kemaren menyurati kantor pusat RIM untuk membuka perwakilan resmi dan membangun servernya di Indonesia. Apalagi pasar BlackBerry di Indonesia bukanlah kacangan, namun memiliki pengguna yang cukup besar di dunia. Karena dengan adanya server itu, akan membuat tarif layanan BlackBerry menjadi lebih murah dan agar upaya untuk memata-matai lalu lintas data yang lewat jalur BlackBerry bisa terealisasi.
.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s