Etika di Dunia Maya

Posted: Januari 6, 2011 in Uncategorized

By Indri Dwi Rahmawati (D) 09220370

Cyber atau yang lebih dikenal dengan Internet atau dunia maya sudah menjadi lifestyle saat ini. Dulu pernah dikatakan sebagai jendela dunia. Sekarang Internet sudah melampui lebih dari sekadar jendela dunia, tetapi sudah lebih luas dari itu: bisa berkomunikasi langsung, berhubungan langsung bahkan melihat langsung dan tidak lagi terbatas ruang dan waktu bahkan jarak.
Ketika perkembangan teknologi harus silih berganti menggantikan berbagai macam fungsí, era teknologi informasi pun mulai bermetamorfosis. Dimulai adanya media cetak kemudian radio dan televisi,yang mempunyai informasi yang terbatas dan scope tertentu maka media informasi berkembang menjadi online, bahkan setiap detik pun selalu ada berita terbaru dari berbagai belahan dunia dengan berbagai peristiwa, yang dapat diakses oleh siapa saja dan dari mana saja.

 

Kemudahan mendapatkan informasi tersebut sudah membuat jarak semakin dekat. Menyebar dan mendapatkan informasi online yang beragam justru lebih murah harganya dibandingkan dengan harga sebuah koran, radio ataupun televisi, walau ketiga media itu masíh tetap kokoh mempertahankan kedudukannya.

 

Umumnya dalam penggunaannya Internet dibagi kepada 4 bidang seperti:

 

  1. Bidang Pendidikan.

Pada awalnya informasi banyak dibutuhkan pada saat melalukan penelitian, agar apa yang akan diteliti tidak akan terjadi pengulangan dengan tema dan tempat yang sama.
Tidak hanya itu, perkembangan dunia cyber di kalangan mahasiswa jurusan komputer telah banyak menghasilkan program-program baru, bahkan siswa SMK pun telah berhasil membat software yang beragam.
Kecintaan dalam mengutak-atik komputer ini telah menghasilkan karya-karya berupa games yang mengkombinasikan bidang pendidikan dengan entertainmnet yang lebih dikenal dengan edutainment.

2.  Bidang Bisnis

Mengingat jangkauan yang luas, para pebisnis mulai melirik pemasaran dan service secara online. Di samping promosi yang lebih murah, kedekatan secara individual terhadap konsumen, klien lebih bisa dipantau.
Walau dalam kenyataannya tidak hanya barang dan jasa yang dijual belikan bahkan orang pun bisa diperdagangkan.

 

Masalah legal dan illegal belum begitu jelas batasannya di sini. Walau UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) telah lahir, namun yang pasti setiap orang sedang memanfaatkan era kebebasan berpendapat dan berbuat dalam kraninternet ini.

Sampai suatu ketika kebebasan ini harus terbentur oleh pihak-pihak yang merasa dirugikan dan bereaksi dengan menggunakan UU tersebut, maka terang saja pihak-pihak yang mempunyai kuasa dan danalah yang selalu dimenangkan dalam hal ini, secara di dunia ini yang salah pun kadang bisa menjadi benar ..hmh.. apa kata dunia…

 

3. Bidang Pemerintahan

Meskipun ada beberapa instansi yang memanfaatkannya sebagai jembatan komunikasi publik secara langsung. Namun tidak bisa dipungkiri terkadang jawaban-jawaban tersebut masih terkesan normatif dan idealis.
Program-program pemerintah yang brillian itu terkadang hanya menjadi isapan jempol belaka, ketika ada oknum-oknum yang merusak citra dari instansi terkait. Memang mudah untuk berbicara, tetapi sulit untuk diaplikasikan. Fenomena yang ada sebenarnya harus dicermati juga oleh masyarakat. Sejauh mana pula peran legislatif atau kepala daerah yang dipilihnya telah berbuat dan menunaikan janjinya. Terkadang terjadi pemutusan komunikasi sepihak ketika si calon sudah menduduki tempatnya.
Selama apa yang disampaikan mereka ketika kampanye hanya lip service saja, maka tak lama lagi kepercayaan rakyat juga bisa hilang terhadap pemerintah.

 

4. Bidang Sosialisasi dan  Hiburan

Sebagian besar pada hari ini, fasilitas inilah yang sering digunakan, tempat social network (jaring sosial) dan game online yang sering dimainkan oleh anak usia sekolah sampai dewasa.

Kecanduan di bidang yang satu ini, telah membuat si pemakai Internet merasa asyik sendiri bahkan lalai terhadap kegiatan dan produktivitas menjadi turun. Kemampuan berkomunikasi secara maya justru lebih meningkat, terkadang komunikasi secara nyata sulit untuk dilakukan. Orang hanya berani bicara di balik layar tapi tak berani secara langsung.

Tidak hanya itu, situs-situs porno harusd iantisipasi bagi anak-anak pengguna game online. Sejauh mana pantauan orangtua terhadap anaknya harus dibangun dari komunikasi yang baik antara orangtua dan anak. Tidak selalu mempercayakan lingkungan dan teman-teman anak adalah baik semua, namun ada saatnya orangtua sekali-kali memantau kegiatan anaknya di luar atau di dalam rumah. Karena sungguh pun situs porno bisa diblokir namun terkadang gambar dan video yang didapat lewat handphone mereka justru lebih mudah diakses.

 

Teknologi ibarat dua sisi mata uang yang bertolak belakang. Ia bisa digunakan untuk hal-hal yang menguntungkan sekaligus dapat juga disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak mempunyai etika. Namun sebagai manusia bijak, marilah kita juga menggunakan etika seperti layaknya di dunia nyata :

  • Mengisi blog dengan hal-hal yang positif, jangan berharap pengunjungnya banyak dengan “menghalalkan” segala cara dan semua content.
  • Ada ucapan salam, bicara sopan dan menjauhi SARA.
  • Kalau harus mengkritik harus berdasarkan fakta dan data; jangan langsung kepada pribadi seseoran.
  • Hati-hati menuliskan status, khususnya ketika lagi kesal…(lebih baik tidak dituliskan)
  • Jika ada istilah mulutmu adalah harimaumu, maka di duniamaya ingat selalu bahwa : tulisanmu adalah harimaumu.
  • Jika selama ini content yang dilarang masih banyak berkeliaran, maka sebenarnya mereka hanya menunggu waktu untuk diperkarakan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s