Teknologi sebagai Parameter Kemajuan Bangsa (Firdausia Zetira)

Posted: Desember 26, 2010 in Uncategorized

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan sumber daya alam yang berlimpah. Hampir seluruh daerah di Indonesia , memiliki sumber daya masing-masing, baik berupa smber daya alam maupun ragam budaya. Sumber daya ini tentunya harus diolah terlebih dahulu agar hasilnya bisa dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia . Teknologi memegang peranan penting dalam proses pengelolaan SDA bangsa Indonesia . Dengan teknologi, pengelolaan sumber daya yang ada di Indonesia akan efisien dan tepat guna. Kemudian, apakah dari sini kita sudah dapat menyimpulkan bahwa teknologi merupakan parameter atau mungkin juga parameter tunggal kemajuan suatu bangsa? Saat ini teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat, baik teknologi komunikasi/informatika, transportasi, manufaktur, konstruksi, bahan/material, energi maupun bio. Bahkan, dalam skala global, kemajuan teknologi informatika sangat dahsyat karena setiap detiknya dihasilkan satu teknologi baru. Kemajuan teknologi global yang sangat dahsyat ini tidak hanya harus diikuti, melainkan juga harus diantisipasi, mengingat kemajuan teknologi memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap berbagai aspek kehidupan yang pada akhirnya nanti bermuara pada kemajuan suatu bangsa.

Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kemajuan sains dan teknologinya. Buktinya dapat kita lihat, dimana negara-negara yang dikatakan maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara di Eropa adalah negara-negara yang maju sains dan teknologinya. Di negara-negara maju tersebut, sains dan teknologi benar-benar masuk ke dalam kehidupan masyarakat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hampir seluruh aspek kehidupan selalu dikaitkan dengan teknologi. Sebagai contoh, jika di Indonesia orang terbiasa menyebut aliran listrik padam dengan ‘mati lampu’, maka anak-anak di Jerman menggunakan istilah arus listrik berhenti atau tidak mengalir. Penerapan ilmu sains mereka sudah masuk ke istilah sehari-hari.

Hal yang sama juga dapat dilihat pada petani-petani mereka. Mereka benar-benar memahami apa itu pupuk kimia dan apa itu kompos, termasuk kebaikan dan keburukannya. Mereka juga memahami siklus hidup tanaman serta ancaman-ancaman yang akan terjadi, sehingga mereka bisa mengantisipasi. Pendek kata, tingkat pengetahuan masyarakat di negara maju sudah sangat tinggi. Sedangkan petani di Indonsia pada umumnya masih sibuk memikirkan berapa harga jual produk mereka. Disinilah salah satu peranan teknologi. Di negara maju tersedia berbagai macam produk teknologi yang siap dipakai dan membantu daam proses produksi.

Dari sini kita melihat bahwa kemajuan teknologi peru diimbangi dengan kemajuan SDM itu sendiri. Teknologi tingkat tinggi menuntut keahlian dari pengguna itu sendiri, sehingga jika SDM yang ada belum fasih menggunakan teknologi tersebut maka teknologi secanggih apapun tidak akan bekerja secara maksimal. Jadi teknologi memberikan pengaruh bukan hanya pada peralatan yang digunakan, tapi juga pola pikir bangsa Indonesia .

Untuk mendapatkan SDM yang berkualitas adalah meningkatkan dan merubah pandangan masyarakat terhadap sains dan teknologi. Teknologi tidak harus selalu identik dengan gadget mahal dan canggih. Kendala ekonomi kembali menjadi salah satu alasan bangsa kita masih menjadi bangsa yang tertinggal dibanding negara lainnya. Bangsa kita teramat ragu untuk melangkah ke depan. Ragu dengan teknologi itu sendiri, ragu dengan terif yang akan dikenakan, serta ragu akan kemampuan anak bangsa. Sebagai contoh, negara kita memiliki seorang dirjen Postel yang takut akan berlangganan Internet. Bagaimana bisa teknologi informasi bisa dengan cepat berkembanga seandainya pucuk pimpinan yang bertanggung jawab saja gaptek dan takut. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan suatu obsesi positif akan teknologi dan manfaatnya bagi negara Indonesia. Sebuah obsesi positif akan menjadi penggerak bangsa Indonesia. Kemajuan teknologi saat ini merupakan bentuk dari obsesi positif orang terdahulu. Setelah obsesi positif, yang diperlukan adalah struggle environment atau atmosfer yang selalu mengingatkan kita untuk terus berjuang. Kita harus selalu berpikir kreatif dan terus menemukan ide-ide baru.

Penerapan teknologi di segala aspek kehidupan yang diimbangi dengan SDM yang berkualitas akan menjadi salah satu modal pembangunan bangsa. Dengan adanya teknologi seakan-akan Indonesia yang notabene berbentuk negara kepulauan menjadi seperti suatu wilayah kecil. Dengan adanya teknologi komunikasi seperti telepon seluler, jarak bukan menjadi masalah. Orang sumatra tetap bisa menjalin hubungan dengan oran g papua. Dunia seakan tanpa jarak. Apalagi dengan adanya pengimplempentasian teknologi 3G di beberapa kota yang memungkinkan pengguna ponsel melakukan tatap muka selama bertelepon. Ini merupakan contoh kecil dari manfaat teknologi komunikasi.

Bagai sebuah mata uang, teknologi juga memiliki dampak negatif. Sarana teknologi informasi seringkali disalah gunakan. Kasus yang terjadi akhir-akhir ini adalah adanya korban meninggal akibat tayangan smackdown. Tayangan smackdow merupakan salah satu akibat kurang terkontrolnya penyebaran media televisi di tanah air. Selain itu, maraknya pornografi juga salah satu dampak dari perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi yang disalahgunakan jika dalam skala besar adalah penggunan zat kimia berbahaya sebagai senjata biokimia. Ini hanya merupakan gambaran bahwa bermanfaat tidaknya suatu teknologi kembali kepada perilaku bangsa itu sendiri.

Pada akhirnya kita dapat menarik suatu penalaran bahwa teknologi memang menjadi parameter suatu kemajuan bangsa. Karena sesuai anggapan masyarakat dunia saat ini, bahwa semakin canggih peradaban suatu bangsa berbanding lurus dengan kemajuan bangsa itu sendiri. Untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan semagat dan kerja keras oleh seluruh elemen bangsa. Hal yang perlu ditumbuhkan adalah obsesi positif akan teknologi dan semangat perjuangan untuk terus menemukan ide-ide baru. Karena teknologi yang ada sekarang merupakan impian dari oran g terdahulu. Teknologi memang merupakan sebuah parameter, tetapi bukankah satu-satunya faktor penentu kemajuan bangsa. Teknologi memang memainkan peranan kunci tetapi masih faktor-faktor lainnya misalnya sumber daya manusia dan sumber daya ekonomi. Secanggih dan semahal apapun teknologi tidak akan terasa manfaatnya bagi bangsa ini seandainya tidak diimbangi sumber daya manusia yang ahli dan cakap. Dengan adanya peningkatan di segala bidang dengan penerapan teknologi yang tepat guna maka kemajuan bangsa seperti bangsa-bangsa Eropa bukanlah menjadi suatu angan belaka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s